{"id":62782,"date":"2023-12-31T12:18:51","date_gmt":"2023-12-31T05:18:51","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=62782"},"modified":"2023-12-31T12:18:55","modified_gmt":"2023-12-31T05:18:55","slug":"iman-saat-tidak-bisa-melihat-apa-apa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/iman-saat-tidak-bisa-melihat-apa-apa\/","title":{"rendered":"Iman Saat Tidak Bisa Melihat Apa-Apa"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Shalom. Refleksi Minggu ini mengangkat tema &#039;Iman Saat Tidak Bisa Melihat Apa-Apa&#039;. Tema ini\u00a0berkenaan dengan satu perikop dari Firman Tuhan, dari Lukas 18:35-43. \u201cWaktu Yesus hampir tiba di Yerikho, ada seorang buta yang duduk di pinggir jalan dan mengemis. Waktu orang itu mendengar orang banyak lewat, ia bertanya: &quot;Apa itu?&quot; Kata orang kepadanya: &quot;Yesus orang Nazaret lewat.&quot; Lalu ia berseru: &quot;Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!&quot; Maka mereka, yang berjalan di depan, menegor dia supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: &quot;Anak Daud, kasihanilah aku!&quot; Lalu Yesus berhenti dan menyuruh membawa orang itu kepada-Nya. Dan ketika ia telah berada di dekat-Nya, Yesus bertanya kepadanya: &quot;Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?&quot; Jawab orang itu: &quot;Tuhan, supaya aku dapat melihat!&quot; Lalu kata Yesus kepadanya: &quot;Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!&quot; Dan seketika itu juga melihatlah ia, lalu mengikuti Dia sambil memuliakan Allah. Seluruh rakyat melihat hal itu dan memuji-muji Allah. Bapak, ibu, saudaraku sekalian yang saya kasihi di dalam Yesus Kristus. Cerita ini adalah kisah nyata tentang seorang pengemis. Memang di dalam kitab Lukas ini tidak disebut namanya, tetapi di kitab lain dalam kitab Markus disebut bernama Bartimeus. Dia seorang yang buta dan hidup dari mengemis. Saya juga yakin bahwa penampilannya, pakaiannya compang-camping. Tetapi ketika dia mendengar suara ribut atau ramai, dia bertanya apa itu? Lalu orang-orang menjawab Yesus dari Nazaret sedang lewat. Bapak, ibu, saudaraku sekalian yang saya kasihi di dalam Yesus Kristus. Saya akan memberikan lima point tentang iman saat tidak bisa melihat apa-apa, berdasarkan kisah orang buta ini. Pertama: meski dia buta tetapi dia masih mendengar. Dia mendengar sesuatu, kemudian dia tahu kalau yang lewat itu adalah Yesus dari Nazaret. Orang yang mendengar bisa saja tidak buta jasmani, tetapi mungkin sedang tidak bisa melihat, gelap untuk menghadapi permasalahan, tidak ada jalan keluar. Masalah itu bisa berupa kondisi sakit, problem ekonomi, ketergantungan obat terlarang, lainnya. Namun bukalah telinga rohani saudara, buka hati saudara, Tuhan mau mendengar, Tuhan mau menghampiri kita. Kedua, orang buta itu berseru dan berkata: &quot;Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!&quot;\u00a0 Dia tidak menyebut Yesus sebagaimana umumnya pada saat itu. Karena pada saat itu orang berkata dia itu Yesus dari Nazaret. Artinya, Bartimeus yang buta ini tahu kitab Perjanjian Lama, karena ada nubuatan bahwa nanti akan lahir yang juga disebut Anak Daud. Ia akan menjadi Mesias. Ia bukan hanya sekedar akan menyelamatkan jiwa kita, atau memasukkan kita ke dalam Surga, tetapi Ia juga bisa menyembuhkan dan mau menyembuhkan penyakit. Ia bisa menolong kita, memberkati pekerjaan yang kita kerjakan, usaha yang sedang kita kerjakan. Berseru Yesus Anak Daud, bukan sekedar manusia atau orang baik, tetapi berserulah kepada Dia yang adalah Juruselamat dan penolong dalam segala keperluan atau kebutuhan kita. Ketiga, orang buta ini meski menghadapi tantangan, namun imannya bukan lemah tetapi bertambah kuat. Ketika orang-orang berkata kepadanya, menegur supaya diam, orang buta ini justru semakin kuat berseru, &quot;Yesus Anak Daud Kasihanilah Aku&quot;. Saya juga pernah mengalami, kita mengimani sesuatu, kita percaya, tetapi ada kendala, ada halangan. Kendala itu bisa berasal dari orang lain atau situasi yang semakin memburuk. Kita sudah iman dan percaya, tapi justru semakin berat masalahnya. Keempat, Yesus berhenti. Artinya, Yesus punya waktu bagi saudara. Yesus mendengar segala keluhan saudara. Ketika berhenti, Ia berkata kepada orang-orang yang melarang itu, bawa dia ke sini. Kemudian datanglah Bartimeus. Dia dituntun mendatangi Yesus. Lalu Yesus bertanya. Apakah Yesus tidak tahu kalau ia buta? Tetapi Ia bertanya apa yang engkau kehendaki aku perbuat bagimu? Artinya Yesus sedang menawarkan pertolongan yang\u00a0 bisa Ia lakukan dalam segala keadaan. Ia bisa menolong segala permasalahan yang saudara hadapi. Yesus bukan hanya mampu tetapi juga mau mengambil waktu, mendengarkan keluhan dan mengungkapkan kebutuhan kita. Meskipun Dia sudah tahu kebutuhan kita, tetapi iman itu adalah aktif. Tuhan tahu kebutuhan kita, tetapi Dia mau kita berdoa, sebagai bukti kalau kita ini orang Kristen yang imannya aktif. Lalu orang buta ini berkata supaya aku melihat. Kelima, Yesus menjawab apa yang menjadi kebutuhan orang buta ini. Melihatlah! Langsung Bartimeus melihat. Dia mendapatkan apa yang dia rindukan selama ini. Meskipun selama ini dikucilkan dan dilarang untuk datang kepada Yesus, tetapi karena dia sudah tahu Firman Tuhan bahwa Mesias, Yesus Anak Daud itu sanggup menyelamatkannya, di dalam segala keadaan, iman dia semakin kuat. Akhirnya, orang-orang yang melihat hal itu, kata Alkitab, memuliakan Tuhan dan Bartimeus menjadi pengikut daripada Tuhan. Begitu indah Yesus bertindak untuk melayani orang-orang yang sangat terpuruk di dalam kehidupannya. Sebagai penutup, saya ingin bersaksi\u00a0 tentang apa yang baru saya hadapi. Tiga minggu lalu, hidung saya dioperasi oleh dokter THT. Tindakan medis berjalan dengan baik. Dua hari kemudian saya pulang. Empat hari kemudian saya kontrol. Dokter berkata kemajuannya baik. Seminggu berikutnya saya harus kontrol lagi. Tetapi, sebelum kontrol, malamnya saya bersihkan hidung saya. Ternyata salah sehingga bekas operasi itu iritasi atau luka kembali. Saya juga lupa mengonsumsi obat darah tinggi atau hipertensi. Sehingga pada malam itu bukan hanya darah yang menetes dari hidung, tetapi juga sudah mengalir. Besok paginya, saya dibawa ke IGD rumah sakit tempat operasi. Mereka tidak bisa menangani, lalu memanggil dokter spesialis THT. Untuk sementara, bagian hidung yang sakit ditutup karena darah sudah mengalir keluar hingga ke mulut. Bahkan dari mata darah sudah keluar. Setelah itu esoknya belum ada tindakan, kembali pendaharahan, dan saya tanya kapan tindakannya? Dikatakan Senin, terlalu lama, saya tidak mampu lagi. Di situlah saya memandang kepada Tuhan Yesus. Saya katakan kepada diri saya sendiri, dan keluar dari mulut saya di dalam segala keadaan kasih Tuhan Yesusku tidak berubah. Tiba-tiba darah itu berhenti, dan isteri saya menyaksikan. Waktu itu, tensi darah saya 210 per 60, sangat tinggi. Dokter yang melihat juga heran karena pada saat itu tiba-tiba berhenti setelah saya berseru kepada Tuhan Yesus. Dan ini faktanya sekarang, saya sudah sembuh secara total dari operasi itu dan nafas saya semakin lega. Saya mau sampaikan, mari kita beriman, iman yang aktif kepada Tuhan kita Yesus Kristus. Mungkin masalah saudara berbeda dengan Bartimeus. Tetapi saya percaya, Yesus Anak Daud, Mesias itu mau memberi waktu bagi saudara dan menjawab persoalan yang saudara hadapi. Saudara yang tidak bisa melihat lagi, tetaplah beriman sekalipun engkau tidak bisa melihat, maka Tuhan sendiri adalah jawabannya. Haleluya. Amin\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Shalom. Refleksi Minggu ini mengangkat tema &#8216;Iman Saat Tidak Bisa Melihat Apa-Apa&#8217;. Tema ini\u00a0berkenaan dengan satu perikop dari Firman Tuhan, dari Lukas 18:35-43.<\/p>\n<div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cWaktu Yesus hampir tiba di Yerikho, ada seorang buta yang duduk di pinggir jalan dan mengemis. Waktu orang itu mendengar orang banyak lewat, ia bertanya: &#8220;Apa itu?&#8221; Kata orang kepadanya: &#8220;Yesus orang Nazaret lewat.&#8221; Lalu ia berseru: &#8220;Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!&#8221; Maka mereka, yang berjalan di depan, menegor dia supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: &#8220;Anak Daud, kasihanilah aku!&#8221; Lalu Yesus berhenti dan menyuruh membawa orang itu kepada-Nya. Dan ketika ia telah berada di dekat-Nya, Yesus bertanya kepadanya: &#8220;Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?&#8221; Jawab orang itu: &#8220;Tuhan, supaya aku dapat melihat!&#8221; Lalu kata Yesus kepadanya: &#8220;Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!&#8221; Dan seketika itu juga melihatlah ia, lalu mengikuti Dia sambil memuliakan Allah. Seluruh rakyat melihat hal itu dan memuji-muji Allah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bapak, ibu, saudaraku sekalian yang saya kasihi di dalam Yesus Kristus. Cerita ini adalah kisah nyata tentang seorang pengemis. Memang di dalam kitab Lukas ini tidak disebut namanya, tetapi di kitab lain dalam kitab Markus disebut bernama Bartimeus. Dia seorang yang buta dan hidup dari mengemis. Saya juga yakin bahwa penampilannya, pakaiannya compang-camping. Tetapi ketika dia mendengar suara ribut atau ramai, dia bertanya apa itu? Lalu orang-orang menjawab Yesus dari Nazaret sedang lewat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bapak, ibu, saudaraku sekalian yang saya kasihi di dalam Yesus Kristus. Saya akan memberikan lima point tentang iman saat tidak bisa melihat apa-apa, berdasarkan kisah orang buta ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertama: meski dia buta tetapi dia masih mendengar. Dia mendengar sesuatu, kemudian dia tahu kalau yang lewat itu adalah Yesus dari Nazaret. Orang yang mendengar bisa saja tidak buta jasmani, tetapi mungkin sedang tidak bisa melihat, gelap untuk menghadapi permasalahan, tidak ada jalan keluar. Masalah itu bisa berupa kondisi sakit, problem ekonomi, ketergantungan obat terlarang, lainnya. Namun bukalah telinga rohani saudara, buka hati saudara, Tuhan mau mendengar, Tuhan mau menghampiri kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kedua, orang buta itu berseru dan berkata: &#8220;Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!&#8221;\u00a0 Dia tidak menyebut Yesus sebagaimana umumnya pada saat itu. Karena pada saat itu orang berkata dia itu Yesus dari Nazaret. Artinya, Bartimeus yang buta ini tahu kitab Perjanjian Lama, karena ada nubuatan bahwa nanti akan lahir yang juga disebut Anak Daud. Ia akan menjadi Mesias. Ia bukan hanya sekedar akan menyelamatkan jiwa kita, atau memasukkan kita ke dalam Surga, tetapi Ia juga bisa menyembuhkan dan mau menyembuhkan penyakit. Ia bisa menolong kita, memberkati pekerjaan yang kita kerjakan, usaha yang sedang kita kerjakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berseru Yesus Anak Daud, bukan sekedar manusia atau orang baik, tetapi berserulah kepada Dia yang adalah Juruselamat dan penolong dalam segala keperluan atau kebutuhan kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketiga, orang buta ini meski menghadapi tantangan, namun imannya bukan lemah tetapi bertambah kuat. Ketika orang-orang berkata kepadanya, menegur supaya diam, orang buta ini justru semakin kuat berseru, &#8220;Yesus Anak Daud Kasihanilah Aku&#8221;.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saya juga pernah mengalami, kita mengimani sesuatu, kita percaya, tetapi ada kendala, ada halangan. Kendala itu bisa berasal dari orang lain atau situasi yang semakin memburuk. Kita sudah iman dan percaya, tapi justru semakin berat masalahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keempat, Yesus berhenti. Artinya, Yesus punya waktu bagi saudara. Yesus mendengar segala keluhan saudara. Ketika berhenti, Ia berkata kepada orang-orang yang melarang itu, bawa dia ke sini. Kemudian datanglah Bartimeus. Dia dituntun mendatangi Yesus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lalu Yesus bertanya. Apakah Yesus tidak tahu kalau ia buta? Tetapi Ia bertanya apa yang engkau kehendaki aku perbuat bagimu? Artinya Yesus sedang menawarkan pertolongan yang\u00a0 bisa Ia lakukan dalam segala keadaan. Ia bisa menolong segala permasalahan yang saudara hadapi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yesus bukan hanya mampu tetapi juga mau mengambil waktu, mendengarkan keluhan dan mengungkapkan kebutuhan kita. Meskipun Dia sudah tahu kebutuhan kita, tetapi iman itu adalah aktif. Tuhan tahu kebutuhan kita, tetapi Dia mau kita berdoa, sebagai bukti kalau kita ini orang Kristen yang imannya aktif. Lalu orang buta ini berkata supaya aku melihat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelima, Yesus menjawab apa yang menjadi kebutuhan orang buta ini. Melihatlah! Langsung Bartimeus melihat. Dia mendapatkan apa yang dia rindukan selama ini. Meskipun selama ini dikucilkan dan dilarang untuk datang kepada Yesus, tetapi karena dia sudah tahu Firman Tuhan bahwa Mesias, Yesus Anak Daud itu sanggup menyelamatkannya, di dalam segala keadaan, iman dia semakin kuat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akhirnya, orang-orang yang melihat hal itu, kata Alkitab, memuliakan Tuhan dan Bartimeus menjadi pengikut daripada Tuhan. Begitu indah Yesus bertindak untuk melayani orang-orang yang sangat terpuruk di dalam kehidupannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai penutup, saya ingin bersaksi\u00a0 tentang apa yang baru saya hadapi. Tiga minggu lalu, hidung saya dioperasi oleh dokter THT. Tindakan medis berjalan dengan baik. Dua hari kemudian saya pulang. Empat hari kemudian saya kontrol. Dokter berkata kemajuannya baik. Seminggu berikutnya saya harus kontrol lagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tetapi, sebelum kontrol, malamnya saya bersihkan hidung saya. Ternyata salah sehingga bekas operasi itu iritasi atau luka kembali. Saya juga lupa mengonsumsi obat darah tinggi atau hipertensi. Sehingga pada malam itu bukan hanya darah yang menetes dari hidung, tetapi juga sudah mengalir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Besok paginya, saya dibawa ke IGD rumah sakit tempat operasi. Mereka tidak bisa menangani, lalu memanggil dokter spesialis THT. Untuk sementara, bagian hidung yang sakit ditutup karena darah sudah mengalir keluar hingga ke mulut. Bahkan dari mata darah sudah keluar. Setelah itu esoknya belum ada tindakan, kembali pendaharahan, dan saya tanya kapan tindakannya? Dikatakan Senin, terlalu lama, saya tidak mampu lagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di situlah saya memandang kepada Tuhan Yesus. Saya katakan kepada diri saya sendiri, dan keluar dari mulut saya di dalam segala keadaan kasih Tuhan Yesusku tidak berubah. Tiba-tiba darah itu berhenti, dan isteri saya menyaksikan. Waktu itu, tensi darah saya 210 per 60, sangat tinggi. Dokter yang melihat juga heran karena pada saat itu tiba-tiba berhenti setelah saya berseru kepada Tuhan Yesus. Dan ini faktanya sekarang, saya sudah sembuh secara total dari operasi itu dan nafas saya semakin lega.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saya mau sampaikan, mari kita beriman, iman yang aktif kepada Tuhan kita Yesus Kristus. Mungkin masalah saudara berbeda dengan Bartimeus. Tetapi saya percaya, Yesus Anak Daud, Mesias itu mau memberi waktu bagi saudara dan menjawab persoalan yang saudara hadapi. Saudara yang tidak bisa melihat lagi, tetaplah beriman sekalipun engkau tidak bisa melihat, maka Tuhan sendiri adalah jawabannya. Haleluya. Amin<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Shalom. Refleksi Minggu ini mengangkat tema &#8216;Iman Saat Tidak Bisa Melihat Apa-Apa&#8217;. Tema ini\u00a0berkenaan dengan satu perikop dari Firman Tuhan, dari Lukas 18:35-43. \u201cWaktu Yesus hampir tiba di Yerikho, ada seorang buta yang duduk di pinggir jalan dan mengemis. Waktu orang itu mendengar orang banyak lewat, ia bertanya: &#8220;Apa itu?&#8221; Kata orang kepadanya: [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":31773,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"kemenag","source_url":"https:\/\/kemenag.go.id\/read\/iman-saat-tidak-bisa-melihat-apa-apa-p4wxl","via_name":"Pdt. Sivan Simamora","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"78","hide":""},"jnews_override_bookmark_settings":{"override_bookmark_button":"0","override_show_bookmark_button":"0"},"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-62782","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":31773,"alt_text":"","caption":"","description":"eb1344412fb899666419fb6a9bcf7e84","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/kanon-alkitab_5df6fde1c4748.jpeg","medium_large":false,"post_thumbnail":false},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/kanon-alkitab_5df6fde1c4748.jpeg?fit=1600%2C900&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"508","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62782","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=62782"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62782\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":65903,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62782\/revisions\/65903"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=62782"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=62782"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=62782"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}