• +62 857-7315-8269
  • bonpascamp@gmail.com

Berdasarkan semuanya ini kami mengikat perjanjian yang teguh. [Nehemia 9:38]

Dalam pengalaman kita, kita berkali-kali memperbarui janji kita dengan Allah, secara benar, dan bermanfaat. Setelah dipulihkan dari sakit, seperti Hizkia, ketika kita memperoleh tahun-tahun yang baru yang ditambahkan kepada hidup kita, kita memang pantas melakukannya. Setelah dibebaskan dari masalah apapun, ketika sukacita bertunas kembali, marilah kita kunjungi kembali kaki salib, dan perbarui pengudusan diri kita. Lebih utama lagi, marilah kita melakukannya setelah berbuat dosa apapun yang mendukakan Roh Kudus, atau mempermalukan nama Allah; ketika itu marilah kita melihat darah yang menjadikan kita lebih putih dari salju [Yesaya 1:18], dan persembahkan diri kita kembali kepada Tuhan. Hendaklah tidak hanya masalah-masalah kita yang meneguhkan pengabdian kita kepada Allah, tetapi kemakmuran kita pun seharusnya demikian. Saat kita mengalami suatu kejadian yang layak disebut “mahkota rahmat,” [1] maka tentu saja, jika Ia telah memahkotai kita, kita pun seharusnya memahkotai Allah kita; mari kita keluarkan lagi semua perhiasan sebagai tanda kerajaan ilahi yang tersimpan dalam lemari perhiasan di dalam hati kita, dan persilakan Allah duduk di atas takhta cinta kasih kita, berhiaskan pakaian kerajaan. Kalau saja kita mau belajar mendapat sesuatu yang berguna di dalam kemakmuran kita, kita seharusnya tidak memerlukan penderitaan terlalu banyak. Kalau saja kita mau mengumpulkan segala yang baik yang bisa kita dapatkan dari sebuah ciuman, kita tidak usah sering-sering terluka oleh karena rotan. Apakah belakangan ini kita sempat menerima berkat yang tidak begitu terduga? Apakah Tuhan menegakkan kaki kita di tempat yang lapang [Mazmur 31:8]? Dapatkah kita bernyanyi atas rahmat yang berlipat ganda? Maka, inilah hari untuk meletakkan tangan kita pada tanduk-tanduk mezbah, dan mengatakan, “Ikatlah diriku di sini, ya Allahku; ikatlah diriku di sini dengan tali, bahkan untuk selama-lamanya.” [Mazmur 118:27] Sebanyak kita membutuhkan pemenuhan janji-janji baru dari Allah, marilah kita persembahkan doa-doa baru agar nazar-nazar lamamu tidak gagal ditepati. Marilah kita pagi hari ini bersama-Nya mengikat perjanjian yang teguh, oleh sebab penderitaan Yesus yang bulan lalu telah kita renungkan dengan rasa syukur.

____________________

RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

Leave a Reply