Dan kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya. [Wahyu 21:23]

Nun jauh pada dunia yang lebih baik itu, para penduduk tidak tergantung pada kenyamanan ciptaan. Mereka tidak memerlukan pakaian; jubah putih mereka tak akan pernah lusuh, lagi ternoda. Mereka tidak memerlukan obat untuk menyembuhkan penyakit, “sebab tidak ada seorangpun yang tinggal disitu berkata: ‘Aku sakit’.” [Yesaya 33:24] Mereka tidak memerlukan tidur untuk memulihkan tubuh mereka, mereka tidak beristirahat siang ataupun malam, tapi tanpa lelah-lelahnya memuji Dia dalam bait-Nya. Mereka tidak perlu bersosialisasi untuk memberi mereka kenyamanan dalam melayani, dan kesenangan apapun yang berasal dari pergaulan dengan satu sama lain tidaklah hakiki untuk sukacita mereka, sebab kebersamaan dengan Tuhan bagi mereka sudah cukup memenuhi hasrat terbesar mereka. Mereka tak memerlukan guru disana; mereka tanpa ragu bersekutu satu sama lain sehubungan hal-hal mengenai Allah, tanpa perlu disuruh-suruh; mereka semua akan diajarkan dari Tuhan. Bagian kita adalah sedekah dari gerbang sang raja, namun mereka berpesta di atas meja raja itu sendiri. Disini kita bersandar pada lengan yang ramah, namun mereka bersandar pada Kekasih mereka dan hanya kepada-Nya. Di sini kita harus mendapat pertolongan dari kawan-kawan, namun mereka menemukan semua yang mereka inginkan dalam Yesus kristus. Di sini kita melihat makanan yang akan binasa [Yohanes 6:27], dan pakaian yang akan rusak dimakan ngengat [Ayub 13:28], namun di sana mereka menemukan segalanya di dalam Allah. Kita menggunakan ember untuk mengambil air dari sumur, namun di sana mereka minum dari mata air, dan mencelupkan bibir mereka ke dalam air hidup. Di sini para malaikat membawakan kepada kita berkat, namun kita tidak akan menginginkan utusan dari surga lagi. Mereka tidak memerlukan Gabriel-Gabriel untuk membawa surat cinta dari Allah [Gabriel, Lukas 1:26], sebab mereka akan melihat Dia muka dengan muka. Oh! Betapa menyenangkannya saat itu, dimana kita akan ditinggikan di atas semua penggerak kedua [bdk. penggerak pertama, yaitu Allah] dan beristirahat pada sandaran lengan Allah yang tak terbungkus. Betapa mulianya saat ketika Allah, dan bukan lagi ciptaan-Nya; Tuhan, dan bukan pekerjaan tangan-Nya, menjadi sukacita kita setiap hari! Jiwa kita akan memperoleh kesempurnaan sukacita.

RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

Leave a Reply