Mengasihi, bukan menghakimi

Seorang laki laki pergi ke gereja. Ia lupa mematikan hp nya dan berdering di gereja secara tiba tiba waktu sedang berdoa. Pendeta memarahinya. Para jemaat menegurnya setelah doa karena dia sudah mengganggu keheningan. Istrinya terus menguliahinya karena keteledorannya sepanjang jalan pulang ke rumah. Orang orang tampak melihatnya dg rasa malu, dipermalukan dan meremehkannya. Sejak itu, ia tidak pernah melangkahkan kakinya lagi ke gereja itu.

DAN

Malam itu, ia pergi ke bar. Masih merasa gugup dan terguncang. Ia tidak sengaja menumpahkan minumannya di meja. Pelayan bar minta maaf dan memberikannya lap untuk membersihkannya sendiri. Petugas kebersihan mengepel lantai. Manajer bar itu memberikan minuman pengganti. Ia juga memberikannya pelukan dan berkata “Jangan kuatir. Siapa sih yang tidak pernah berbuat salah?” Sejak saat itu, ia tidak pernah berhenti datang ke bar itu. PELAJARAN : Kadang-kadang sikap kita sebagai orang percaya malah mengantarkan jiwa-jiwa ke neraka. Engkau dapat membuat perbedaan dengan bagaimana memperlakukan orang secara khusus ketika mereka melakukan kesalahan. Marilah kita sadari bahwa kasih itu mengasihi, bukan menghakimi.

 

_Nick Kurniawan_

Leave a Reply