Percayalah kepada Allah. [Markus 11:22]

Iman adalah kaki jiwa yang dengannya kita bisa melangkah maju sepanjang jalan perintah-perintah Allah. Kasih bisa membuat kaki kita melangkah lebih cepat; tetapi iman adalah kaki yang membawa jiwa kita berjalan. Iman adalah minyak yang membuat roda kesetiaan suci dan kesalehan yang tulus berputar dengan baik; dan tanpa iman roda itu terlepas dari kereta kuda kita, dan kita dengan berat menariknya. Dengan iman aku bisa melakukan segala sesuatu; tanpa iman aku tidak akan mempunyai niat maupun kekuatan untuk melakukan apa pun untuk melayani Tuhan. Jika engkau hendak mencari orang-orang yang paling baik melayani Tuhan, engkau harus mencari orang-orang yang paling beriman. Iman yang kecil akan menyelamatkan seseorang, tetapi iman yang kecil tidak bisa melakukan hal yang besar untuk Tuhan. Si Iman Kecil yang lemah tidak bisa bertarung melawan “Apolion” [Wahyu 9:11]; perlu “Christian” untuk melakukannya [1]. Si Iman Kecil yang lemah tidak bisa membunuh “Putus Asa Raksasa”, diperlukan tangan sang “Hati Yang Besar” untuk menjatuhkan raksasa itu. Iman yang kecil tentu saja akan pergi ke surga, tetapi sering ia bersembunyi di dalam kulit kacang dan seringkali ia kehilangan segalanya kecuali permata-permatanya. Si Iman Kecil berkata, ”Ini jalan yang sukar, duri tajam berserakan dan bahaya di mana-mana; aku takut untuk pergi;” tetapi Si Iman Besar ingat akan janji, “Biarlah dari besi dan dari tembaga palang pintumu, selama umurmu kiranya kekuatanmu: [Ulangan 33:25]” dan dengan itu ia berjalan dengan berani. Si Iman Kecil kehilangan semangat dan harapan, air matanya berbaur dengan banjir; tetapi Si Iman Besar bernyanyi, “Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan: [Yesaya 43:2]” dan dengan itu ia langsung menyeberangi sungai. Maukah engkau merasa tenteram dan bahagia? Maukah engkau menikmati kerohanian? Maukah engkau memiliki kerohanian yang ceria, optimis, bukan kerohanian yang suram, dan kehilangan harapan? Maka “percayalah kepada Allah.” Jika engkau menyukai kegelapan, dan puas berdiam di dalam kesuraman dan keterpurukan, maka cukuplah dengan iman yang kecil; tetapi jikalau engkau mencintai sinar surya, dan hendak menyanyikan lagu sukacita, kejarlah sungguh-sungguh hadiah terbaik ini, “iman yang besar.”

RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

Leave a Reply