• +62 857-7315-8269
  • bonpascamp@gmail.com

Yang akan menerima janji-janji Allah bersama-sama dengan Kristus. [Roma 8:17]

Seluruh alam semesta yang tak terbatas milik Bapa-Nya adalah milik Kristus menurut ketentuan [1]. Sebagai “yang berhak menerima segala yang ada,” [Ibrani 1:2] Kristus adalah satu-satunya pemilik segala ciptaan Allah, dan Dia telah mengizinkan kita mengklaim seluruhnya sebagai milik kita, berdasarkan hak yang kita dapatkan dari perjanjian penerimaan janji-janji itu bersama-sama dengan Kristus yang sudah disahkan oleh Tuhan dengan umat pilihan-Nya. Jalan emas Firdaus, gerbang mutiara, sungai kehidupan, kebahagiaan ilahi, dan kemuliaan yang tak terungkapkan, semuanya, oleh Tuhan kita yang terpuji, diserahkan kepada kita menjadi milik kita selama-lamanya. Semua yang Ia miliki Ia bagikan kepada umat-Nya. Mahkota kerajaan Ia kenakan di kepala Jemaat-Nya, hak-hak Kerajaan ditentukan-Nya [Lukas 22:29], dan anak-anak Jemaat itu disebut imamat yang rajani, bangsa yang terpilih [1 Petrus 2:9], raja-raja dan imam-imam [Wahyu 5:10]. Ia melepaskan mahkota-Nya sendiri agar kita mendapatkan upacara penganugerahan mahkota kemuliaan; Dia tidak akan duduk di atas takhta-Nya sampai Ia telah mendapatkan tempat untuk semua orang yang menang melalui darah-Nya. Mahkotai kepala, maka seluruh tubuh berbagian dalam kemuliaan. Lihatlah ini upah dari setiap pemenang Kristen! Tahkta, mahkota, tongkat kerajaan, istana, harta karun, jubah, warisan milik Kristus, semuanya adalah milikmu. Jauh lebih mulia dari iri hati, egois, dan ketamakan, yang tidak mengizinkan orang lain mendapat apapun dari keuntungannya, Kristus menganggap kebahagiaan-Nya menjadi lengkap karena umat-Nya mendapat bagian. “Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku.” [Yohanes 17:22] “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.” [Yohanes 15:11] Senyum Bapa-Nya lebih manis bagi-Nya sebab umat-Nya mendapat bagian. Kehormatan kerajaan-Nya lebih menyukakan, sebab umat-Nya bersama-sama dengan Dia dalam kemuliaan. Kemenangan-kemenangan-Nya menjadi lebih berharga bagi Dia, karena kemenangan-kemenangan itu telah mengajarkan umat-Nya untuk menang. Dia berbahagia di takhta-Nya, sebab di takhta-Nya ada tempat untuk umat-Nya. Dia bersukacita atas jubah kerajaan-Nya, sebab pinggiran jubah-Nya tertebar di atas umat-Nya. Dia lebih senang lagi dalam kebahagiaan-Nya, sebab umat-Nya Ia panggil untuk masuk ke dalam kebahagiaan-Nya [Matius 25:21].

____________________

RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

Leave a Reply