Aku telah menguji engkau dalam dapur kesengsaraan. [Yesaya 48:10]

Tenangkanlah dirimu, hai orang percaya yang sedang diuji, dengan memikirkan ini: Allah berkata, “Aku telah memilih engkau [1] dalam dapur kesengsaraan.” Bukankah kalimat ini seperti siraman air yang lembut, menyejukkanmu dari api yang ganas? Ya, bukankah itu seperti perlengkapan perang asbestos yang membuat api itu kehilangan panasnya? Silakan penderitaan datang — Allah telah memilihku. Hai kemiskinan, engkau berjalan dengan tegap memasuki pintu rumahku, tetapi Allah sudah berada di dalam rumahku, dan Dia telah memilihku. Hai sakit penyakit, engkau bisa menggangguku, tetapi aku sudah siap dengan balsam — Allah telah memilihku. Apapun yang menimpaku di dalam lembah air mata ini, aku tahu Dia telah “memilih”ku. Hai orang percaya, jika engkau masih membutuhkan lebih banyak penghiburan, ingatlah bahwa engkau memiliki Anak Manusia yang menyertaimu di dalam dapur api. Di dalam ruanganmu yang sunyi, Seorang yang tidak kaulihat, tetapi kaukasihi, sedang duduk di sebelahmu; dan sering kali tanpa engkau sadari, Dia menyiapkan tempat tidur bagimu di tengah-tengah penderitaanmu, dan merapikan bantalmu. Engkau berada dalam kemiskinan; tetapi Allah Pemilik hidup dan kemuliaan adalah Seorang tamu yang sering datang ke rumahmu yang indah itu. Dia bersedia masuk ke dalam tempat-tempat gelap dan penuh kesuraman asalkan Dia dapat mengunjungimu. Dia adalah Temanmu yang selalu berada di dekatmu. Engkau tidak bisa melihat Dia, tetapi engkau merasakan kehadiran tangan-Nya. Tidakkah engkau mendengar suara-Nya? Bahkan di dalam lembah kekelaman [Mazmur 23:4], Dia berkata, “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau; janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu.” [Yesaya 41:10] Ingatlah perkataan agung dari Kaisar [2] itu: “Janganlah takut, engkau membawa Kaisar dan segala keberuntungannya.” Jangan takut, hai orang Kristen; Yesus besertamu. Dalam segala api pencobaanmu, kehadiran-Nya adalah ketenangan dan keamanan bagimu. Dia tidak akan pernah meninggalkan orang yang Dia telah pilih bagi-Nya sendiri. “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau,” adalah janji-Nya yang pasti untuk orang-orang pilihannya yang berada dalam “dapur kesengsaraan”. Jadi, tidakkah engkau akan memegang Kristus erat-erat dan berkata—

RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

Leave a Reply