Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah. [Matius 27:51]

Mujizat yang luar biasa terjadi ketika sebuah tabir yang sangat kuat dan tebal itu robek; tetapi maknanya bukanlah pertunjukan kuasa saja—banyak pelajaran bagi kita di sini. Hukum tata cara yang lama telah disingkirkan, dan seperti pakaian yang usang, robek dan dikesampingkan. Ketika Yesus mati, semua pengorbanan telah tuntas, karena semuanya telah terpenuhi di dalam Dia, dan oleh karena itu tempat persembahan mereka ditandai dengan sebuah tanda kerusakan yang jelas. Robekan itu juga memperlihatkan segala hal yang tersembunyi dari sistem lama: tutup pendamaian sekarang dapat dilihat, dan kemuliaan Allah bersinar di atasnya. Melalui kematian Tuhan Yesus, kita memiliki wahyu yang jelas dari Allah, karena Dia “tidak seperti Musa, yang menyelubungi mukanya.” [2 Korintus 3:13] Hidup dan kekekalan sekarang dinyatakan, dan hal-hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan, sekarang nyata dalam Dia. Dengan demikian, perayaan tahunan untuk penghapusan dosa dihapuskan. Darah penghapus dosa yang dulunya setahun sekali dipercikkan di dalam tabir, sekarang dipersembahkan satu kali untuk selamanya oleh Imam Besar agung, oleh karena itulah tempat ritual simbolik tersebut diadakan telah dihancurkan. Darah lembu jantan atau kambing sekarang tidak lagi diperlukan, karena Yesus telah masuk ke dalam tabir dengan darah milik-Nya sendiri. Karena itu, akses kepada Allah sekarang diizinkan, dan akses itu merupakan hak istimewa bagi setiap orang yang percaya di dalam Yesus Kristus. Bukan robekan kecil yang melaluinya kita bisa mengintip tutup pendamaian, tetapi robekan yang terjadi membelah dari atas sampai ke bawah. Kita dapat datang dengan berani kepada takhta kasih karunia surgawi. Kelirukah kita jika mengatakan bahwa terbukanya Tempat Maha Kudus dengan cara yang menakjubkan saat Tuhan kita berseru terakhir kalinya ini adalah tipologi dari terbukanya pintu gerbang surga bagi semua orang suci melalui jasa dari penderitaan dan kematian Tuhan? Tuhan kita yang mengalirkan darah memiliki kunci surga; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup [Wahyu 3:7]; marilah kita masuk bersama Dia ke dalam tempat surgawi, dan duduk bersama Dia di sana hingga musuh-musuh kita bersama dijadikan tumpuan kaki-Nya.

____________________

RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

Leave a Reply