Ishak diam dekat sumur Lahai-Roi. [Kejadian 25:11]

Di sana Hagar menemukan keselamatan, dan Ismael minum dari air yang dengan penuh anugerah disingkapkan oleh Allah yang hidup dan menjaga anak-anak manusia; namun di sana ia hanya numpang lewat, sebagaimana manusia duniawi yang datang kepada Allah dalam saat-saat sulit, ketika dengannya mereka diuntungkan. Mereka berseru kepada-Nya dalam kesulitan, tetapi melupakan-Nya dalam kelimpahan. Sedangkan Ishak tinggal di sana, menjadikan sumur Allah yang hidup dan Mahatahu sebagai sumber kebutuhannya yang tetap. Arah lazimnya kehidupan seseorang, yaitu di mana jiwanya tinggal, merupakan penguji keadaan dirinya yang sesungguhnya. Mungkin kunjungan pemeliharaan yang dialami Hagar terbersit dalam pikiran Ishak, dan menuntun Ishak untuk menghormati tempat itu; namanya yang mistis membuat Ishak merasa sayang kepadanya; perenungannya di pinggir sumur saat senja menjelang membuatnya akrab dengan sumur itu; pertemuannya dengan Ribka di sana telah membuat jiwanya merasa di situlah tempat tinggalnya berada; tetapi yang terbaik dari semua, fakta bahwa di sana dia menikmati perjumpaan-Nya dengan Allah yang hidup, membuatnya untuk memilih tempat kudus itu sebagai tempat kediamannya. Marilah kita belajar untuk hidup di hadirat Allah yang hidup; marilah kita berdoa kepada Roh Kudus supaya hari ini, dan setiap hari ke depan, kita boleh merasakan “Engkaulah Allah yang telah melihat aku.” [Kejadian 16:13] [1] Semoga Tuhan Yahweh menjadi seperti sumur bagi kita, menyukakan hati, menghibur, tidak pernah mengecewakan, terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal [Yohanes 4:14]. Botol si ciptaan retak dan mengering, tetapi sumur sang Pencipta tidak pernah mengecewakan; berbahagialah dia yang diam di dekat sumur-Nya, yang dengan demikian mendapatkan persediaan kebutuhannya secara berlimpah dan terus-menerus. Tuhan adalah penolong yang pasti bagi orang lain: Namanya adalah Shaddai, Allah Maha-mencukupi; hati kita sering merasakan hubungan yang paling intim dan menyukakan hati dengan-Nya; melalui Dia jiwa kita telah menemukan Suaminya yang mulia, Tuhan Yesus; dan di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada [Kisah Para Rasul 17:28]; maka marilah kita tinggal dalam persekutuan yang erat dengan-Nya. Tuhan yang mulia, ikatlah kami sehingga kami tidak akan pernah meninggalkan-Mu, melainkan diam dekat sumur Allah yang hidup.

____________________

RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

Leave a Reply