Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama. [Kej 1:5]

Tidakkah pada mulanya memang sudah seperti ini? Bukankah terang dan gelap sudah membagi kerajaan waktu pada hari pertama? Maka tak heran jika kemudian aku pun mengalami perubahan dalam keadaanku, dari terang cahaya kemakmuran menjadi tengah malam kesengsaraan. Hidupku tidak akan selamanya adalah terang yang berkobar, bahkan dalam urusan jiwaku, aku harus tahu pada musim-musim duka akan tiadanya sukacitaku yang dahulu, dan mencari Kekasihku di malam hari. Aku tidak sendiri dalam hal ini, karena semua yang dicintai Tuhan sudah harus menyanyikan lagu campuran penghakiman dan belas kasihan, uji coba dan pelepasan, ratapan dan sukacita. Ini adalah salah satu dalil yang diatur oleh pemeliharaan Ilahi, bahwa pagi dan petang tidak akan berhenti, baik dalam ciptaan rohani maupun jasmani, sampai kita tiba di tempat, yang tentangnya ada tertulis “malam tidak akan ada lagi di sana” [Wahyu 21:25]. Apa yang ditetapkan Bapa Surgawi kita itu bijak dan baik.

RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

Leave a Reply