• +62 857-7315-8269
  • bonpascamp@gmail.com

Kamu sudah datang kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada darah Habel. [Ibrani 12:24]

Pembaca, sudahkah engkau datang kepada darah pemercikan? Pertanyaannya bukan apakah engkau sudah datang kepada pengetahuan akan doktrin, atau kepada ketaatan dalam upacara ibadah, atau kepada bentuk pengalaman tertentu, tetapi sudahkah engkau datang kepada darah Yesus? Darah Yesus adalah kehidupan dari segala kesalehan yang terpenting. Apabila engkau telah sungguh datang pada Yesus, kami tahu bagaimana engkau datang—Roh Kudus dengan manis membawamu ke sana. Engkau datang pada darah pemercikan bukan karena jasamu sendiri. Bersalah, terhilang, dan tak berdaya, engkau datang untuk mengambil darah itu, dan hanya darah itu, sebagai pengharapan kekalmu. Engkau datang kepada salib Kristus, dengan hati yang gemetar dan terluka; dan oh! betapa suara yang berharga bagimu ketika engkau mendengar suara dari darah Yesus! Tetesan darah-Nya bagaikan musik surgawi bagi anak-anak bumi yang menyesali kesalahannya. Kita penuh dosa, tetapi Sang Juruselamat menyuruh kita mengarahkan mata ke arah-Nya, dan saat kita menatap luka-luka-Nya yang mengalir, setiap tetes darah, selagi jatuh, berseru, “Sudah selesai; Aku telah mengakhiri dosa; Aku telah membawa masuk pembenaran kekal.” Oh! bahasa yang manis dari darah Yesus yang mahal! Jika engkau pernah datang kepada darah itu, engkau akan terus datang kembali kepadanya. Hidupmu akan mempunyai “mata yang tertuju kepada Yesus.” [Ibrani 12:2] Seluruh tingkah lakumu akan menjadi seperti ini — “Datanglah kepada-Nya.” [1 Petrus 2:4] Bukan kepada Dia yang pernah kudatangi, tapi kepada Dia yang selalu kudatangi. Jika engkau pernah datang kepada darah pemercikan, engkau akan merasakan kebutuhan untuk datang ke sana setiap hari. Dia yang tidak ingin dibasuh di dalamnya setiap hari, tidak pernah dibasuh di dalamnya sama sekali. Orang percaya selalu merasa darah pemercikan itu sukacitanya dan hak istimewa, bahwa ternyata ada pancuran yang masih terbuka. Pengalaman masa lalu adalah makanan yang menimbulkan keraguan bagi umat Kristen; hanyalah datang kepada Kristus yang dapat memberi kita sukacita dan penghiburan. Pagi ini, marilah kita percikkan lagi ambang pintu kita dengan darah, dan setelah itu merayakan dengan Sang Anak Domba, yakin bahwa malaikat pemusnah pasti melewati kita. [Keluaran 12:23]

____________________

RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

Leave a Reply