• +62 857-7315-8269
  • bonpascamp@gmail.com

Melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya. [1 Petrus 5:10]

Anda telah melihat busur langit yang menyelimuti dataran: warna-warninya mulia dan corak warnanya langka. Ini sungguh indah, tapi sayangnya, pelangi itu berlalu dan tidak ada lagi. Warna yang terang mempersilakan kedatangan awan putih nan lembut, dan langit tidak lagi cemerlang dengan semburat surgawi. Pelangi tidak tinggal tetap. Bagaimana mungkin? Sebuah kemuliaan yang terdiri dari sinar matahari yang fana dan tetesan air hujan, dapatkah tinggal tetap? Anugerah dari kepribadian Kristen tidak boleh menyerupai pelangi dalam keindahannya yang sementara, tetapi sebaliknya, harus tetap, teratur, dan kekal. Hai orang-orang percaya, carilah setiap hal baik yang mungkin menjadi hal yang kekal. Biarlah kepribadianmu tidak seperti tulisan di atas pasir, melainkan seperti tulisan di atas prasasti batu! Semoga imanmu, tidak menjadi “visi dari kain yang tak berdasar,” melainkan dibangun dari bahan yang mampu bertahan dari api yang menghanguskan kayu, rumput kering, dan jerami dari orang munafik. Biarlah keyakinanmu tetap berakar dan berdasarkan kasih. Biarlah keyakinanmu semakin dalam, kasihmu nyata, keinginanmu sungguh-sungguh. Biarlah seluruh hidupmu menjadi pasti dan mapan. Semua ledakan dari neraka dan semua badai bumi tidak akan pernah bisa menghapusmu. Namun perhatikan bagaimana berkat dari “bertambah teguh dalam iman” [Kol 2:7] diperoleh. Perkataan rasul menyatakan penderitaan sebagai sarana yang digunakan “sesudah kamu menderita seketika lamanya” [1 Pet 5:10]. Tidak ada gunanya berharap bahwa kita akan berakar dengan baik jika tidak ada angin kuat yang menerpa kita. Bonggol tua di akar pohon tarbantin, dan puntiran aneh di cabang-cabang, semuanya memberitahu bahwa ada banyak badai yang menyapu, dan mereka adalah pertanda tentang seberapa dalam akar mengakar. Jadi, orang Kristen diciptakan menjadi kuat, dan berakar teguh dalam menghadapi semua pencobaan serta badai-badai kehidupan. Jangan ciut menghadapi angin pencobaan yang bergelora, melainkan bersikaplah tenang dan percaya bahwa melalui kedisiplinan yang keras, Allah memenuhi janji berkat ini bagimu.

____________________

RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

Leave a Reply