Efraim menjadi roti bundar yang tidak dibalik. [Hosea 7:8]

Sebuah roti yang tidak dibalik adalah mentah di satu sisi; begitu juga Efraim, dalam banyak hal, tidak tersentuh oleh anugerah ilahi: meskipun taat dalam beberapa hal, masih ada sangat banyak pemberontakan. Jiwaku, aku tuntut engkau, lihat apakah [pemberontakan] ada pada engkau. Apakah engkau bersikap menyeluruh di dalam hal-hal mengenai Allah? Sudahkah karunia menjadi pusat kehidupanmu sehingga dapat merasakan pekerjaan ilahi di dalam segala kekuatanmu, tindakanmu, perkataanmu, dan pikiranmu? Untuk disucikan, roh, jiwa dan tubuh, harus menjadi tujuan dan doamu; dan meskipun pengudusan tidak sempurna pada dirimu, tetapi [pengudusan] memiliki tindakan yang universal; tidak boleh terlihat adanya kekudusan dalam satu tempat dan dosa yang berkuasa di tempat lain, karena kalau begitu, engkau juga akan seperti roti yang tidak dibalik.

RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

Leave a Reply