Mereka menenun sarang laba-laba. [Yesaya 59:5]

Tengoklah sarang laba-laba, dan lihatlah di dalamnya sebuah gambaran yang menunjukkan agama orang munafik. Ia bertujuan untuk menangkap mangsanya: laba-laba menggemukan dirinya dengan lalat, dan orang Farisi mendapat pahalanya. Orang bodoh dengan mudah terperangkap dengan pengakuan lancang penipu-penipu, dan bahkan orang yang lebih bijaksana tidak selalu dapat melarikan diri. Filipus membaptis Simon Magus, yang pernyataan imannya penuh akal bulus segera diletupkan dengan teguran keras Petrus. Kelaziman, nama baik, pujian, keberhasilan, dan lalat lainnya, adalah permainan kecil orang-orang munafik tangkap di sarangnya. Sarang laba-laba adalah keahlian yang menakjubkan: lihatlah dan kagumi tipu muslihat pemburu picik. Bukankah agama seorang penipu sama-sama mengagumkan? Bagaimana ia membuat kebohongan yang begitu bermuka tebal terlihat seperti kebenaran? Bagaimana ia dapat membuat jawabannya yang sembarangan begitu cemerlang seperti emas? Sarang laba-laba datang semuanya dari dalam perut makhluk itu sendiri. Lebah mengumpulkan lilinnya dari bunga, laba-laba tidak menghisap bunga, namun begitu ia bisa mengeluarkan benangnya sepanjang apapun. Begitu juga orang munafik menemukan keyakinan dan harapan mereka pada dirinya sendiri; jangkar mereka terpatri pada landasannya sendiri, dan kabelnya terbelit oleh tangannya sendiri. Mereka meletakan dasarnya sendiri, dan menebang pilar-pilar rumahnya sendiri, menganggap hina sebagai penghutang pada anugerah Allah yang berdaulat. Tetapi sarang laba-laba sangat lemah. Ia dengan aneh ditempa, tetapi tidak diproduksi dengan ketahanan kuat. Ia tidak ada apa-apanya dibanding sapu pelayan, atau tongkat musafir. Seorang munafik tidak membutuhkan baterai Armstrongs untuk meniup harapannya menjadi kepingan, hembusan angin saja akan melakukannya. Sarang laba-laba yang munafik akan segera jatuh saat sapu kehancuran memulai kerja pembersihannya. Yang mengingatkan kita akan satu ajaran lagi, yaitu, bahwa sarang laba-laba seperti itu tidak untuk dipertahankan dalam rumah Allah: Dia akan melihat sarang laba-laba itu sehingga mereka yang memintalnya akan dihancurkan selamanya. O jiwaku, bersandarlah engkau pada sesuatu yang lebih baik daripada sarang laba-laba. Jadikanlah Tuhan Yesus tempat persembunyianmu yang kekal.

RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

Leave a Reply