• +62 857-7315-8269
  • bonpascamp@gmail.com

Sebab sama seperti kami mendapat bagian berlimpah-limpah dalam kesengsaraan Kristus, demikian pula oleh Kristus kami menerima penghiburan berlimpah-limpah. [2 Korintus 1:15]

Ini terjadi secara seimbang, penuh berkat. Sang Penguasa Pemeliharaan memegang neraca—di satu sisi Dia menaruh ujian-ujian umat-Nya, dan di sisi lainnya penghiburan mereka. Ketika neraca ujian hampir kosong, engkau akan melihat demikian pulalah neraca penghiburan; tetapi ketika neraca ujian penuh, lihatlah bahwa neraca penghiburan juga sama beratnya. Saat awan gelap berkumpul paling banyak, cahaya semakin terang terlihat oleh kita. Ketika malam menjelang dan badai datang, Sang Kapten Surgawi berada paling dekat dengan awak-Nya. Ini merupakan berkat, sebab saat kita paling terpuruk adalah saat kita paling terangkat oleh penghiburan Roh Kudus. Salah satu alasannya adalah karena ujian memberi lebih banyak ruang untuk penghiburan. Hati yang agung hanya bisa dibentuk melalui masalah yang besar. Sekop kesusahan dapat lebih dalam menggali waduk penghiburan, dan membuka lahan untuk anugerah. Allah masuk ke dalam hati kita—Ia mendapatinya penuh—Ia mulai menghancurkan kenyamanan kita untuk menjadikannya kosong; sehingga ada lebih banyak ruang untuk anugerah. Semakin rendah seseorang terbaring, semakin besar penghiburan yang dia dapatkan, karena dia akan lebih siap untuk menerimanya. Alasan lain kenapa kita paling berbahagia dalam kesulitan yaitu—dengan itu kita memiliki hubungan yang paling dekat dengan Allah. Ketika lumbung penuh, orang dapat hidup tanpa Allah: ketika kantong berkelimpahan dengan emas, kita mencoba hidup tanpa banyak berdoa. Tetapi coba pohon jarak kita diambil, barulah kita rindu akan Allah kita; coba buang segala ilah dari rumah kita, barulah kita terdorong untuk memuliakan TUHAN. “Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan!” [Mazmur 130:1] Tidak ada seruan yang lebih baik selain dari yang datang dari kaki pegunungan; tidak ada doa yang lebih sungguh selain yang datang dari kedalaman jiwa kita, melalui ujian dan penderitaan yang mendalam. Karena itulah ujian dan penderitaan membawa kita kepada Allah, dan kita menjadi lebih bahagia; karena dekat dengan Allah merupakan kebahagiaan. Mari, orang percaya yang susah, janganlah resah dengan kesukaran-kesukaranmu yang berat itu, karena merekalah pewarta rahmat yang melimpah.

____________________

RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

Leave a Reply