• +62 857-7315-8269
  • bonpascamp@gmail.com

Sidang UEM Regional Asia 2019: Gereja Harus Menjadi Garam di Tengah Dunia

Pdt. Krise Gosal, Wakil Sekretaris Umum PGI, menyampaikan sambutan dalam Sidang UEM Regional Asia 2019

GUNUNGSITOLI,PGI.OR.ID − Di tengah dunia yang bergerak begitu cepat, peran gereja sebagai “garam dunia” sangat dibutuhkan untuk membawa perubahan yang lebih baik dalam setiap aspek kehidupan. Hal ini menjadi tekanan dalam  Asia Regional Assembly (AsRA) United Evangelical Mission (UEM) yang berlangsung pada 9-13 Februari 2019 di STT Sundermann, Gunungsitoli, Nias; lokasi yang juga menjadi tempat pelaksanaan Sidang Raya XVI PGI pada 2014. Dalam persidangan tersebut, teriakan “Ya’ahowu” bergema sepanjang rangkaian ibadah dan upacara pembukaan, sebuah ungkapan salam dalam bahasa Nias yang mengandung harapan akan kebahagiaan dan berkat bagi orang lain.

Suasana Persidangan UEM Regional Asia 2019 di Nias

Sidang UEM Regional Asia 2019 mengambil tema sentral “Being Salt to The World”. Tema ini dipilih untuk mengingatkan seluruh peserta AsRA dan masyarakat Nias mengenai pentingnya menjadi “garam dunia” di tengah berbagai tantangan yang ada dalam rangka  membawa perubahan yang lebih baik bagi sesama dan sekitar.

Sidang ini didahului dengan kegiatan pra sidang yang meliputi Pertemuan Para Pimpinan Gereja, Pertemuan Perempuan Gereja dan Pertemuan Pemuda Gereja. Pertemuan-pertemuan tersebut menghasilkan beberapa rekomendasi yang kemudian dibawa ke dalam pesidangan. PGI sebagai Associate Member UEM telah mengutus 2 peserta dalam Sidang ini, yakni Yessica Kansil, Asisten Biro Pemuda dan Remaja PGI dan Pdt. Krise Gosal, Wakil Sekretaris Umum MPH PGI.

Dalam ibadah dan acara pembukaan yang berlangsung pada 10 Februari 2019, Bupati Nias yang sekaligus merupakan Ketua Panitia Pelaksana, Drs. Sokhiatulo Laoli, MM., menyampaikan rasa syukur atas dipilihnya Nias sebagai lokasi pelaksanaan Sidang UEM Regional Asia tahun ini. Menurutnya, ini merupakan sarana untuk menunjukkan kekayaan Nias kepada masyarakat luas. Ia juga berharap agar sidang dapat berjalan dengan baik dan keputusan-keputusan yang dihasilkan membawa manfaat bagi semua orang. Sementara itu, Pdt. Dr. Tuhoni Telaumbanua selaku Ephorus Banua Niha Keriso Protestan (BNKP), Tuan dan Nyonya Sidang UEM Regional Asia, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada BNKP menjadi pelaksana kegiatan Sidang UEM Regional Asia.

Selain menikmati paduan suara dan musik khas Nias dalam acara pembukaan, para peserta juga diajak untuk menari bersama tarian Maena, suatu tarian tradisional rakyat Nias. Sebelumnya, peserta juga berkesempatan menghadiri Ibadah Minggu pagi bersama jemaat lokal di beberapa sinode/gereja yang ada di sekitar lokasi persidangan. Beberapa diantara peserta bahkan berkesempatan menjadi Pelayan Firman dalam Ibadah Minggu tersebut.

Wakil Sekretaris Umum PGI, Pdt. Krise Gosal, dalam sambutannya selain menyampaikan salam dari MPH PGI, juga mengucapkan terima kasih untuk dukungan UEM terhadap program-program PGI. Termasuk di dalamnya, kesediaan UEM berjalan bersama dalam arak-arakan Oikoumene di tengah Bangsa Indonesia yang majemuk.

Dalam Sidang ini, dilaksanakan juga pelantikan Sekretaris Eksekutif UEM untuk Asia, yakni Dr. Dyah Ayu Krismawati dari Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW) yang menggantikan Pdt. Sonia Parera. Berbagai delegasi dari lebih 20 sinode/gereja anggota UEM di Indonesia dan mancanegara − seperti Srilanka, Hongkong dan Jerman − hadir dalam persidangan yang kali ini diupayakan paperless dalam penyediaan dokumen. Setiap peserta melakukan login dengan email masing-masing untuk mengakses dokumen yang diperlukan.

Sidang UEM Regional Asia merupakan Sidang tahunan sebagai wadah sharing pelayanan dan tantangan, tetapi juga untuk membahas isu-isu terkini yang dihadapi oleh gereja-gereja anggota UEM. Rekomendasi-rekomendasi dan keputusan-keputusan yang dihasilkan dalam Sidang ini akan dibawa ke Sidang Raya UEM yang akan berlangsung di Jerman pada tahun 2021 mendatang.

Pewarta: Pdt. Krise A. Gosal dan Yessica Kansil

Leave a Reply