• +62 857-7315-8269
  • bonpascamp@gmail.com

Seperti apa wajah Santo Valentinus, tokoh ‘yang menginspirasi’ hari Valentine

Tahapan rekonstruksi wajah(Hak atas foto: Cícero Moraes)

Santo Valentinus adalah pelindung orang-orang yang sedang jatuh cinta.

Dan karena itulah di banyak negara tanggal 14 Februari (tanggal yang dia diduga dibunuh pada 269 M) adalah hari kasih sayang.

Tetapi martir Kristen dari Roma Kuno itu sekarang memiliki wajah baru, yang sangat berbeda dengan gambaran sebelumnya.

Perancang Brasil, Cicero Moraes, menggunakan sisa-sisa manusia, yang diduga adalah santo tersebut, untuk membentuk kembali wajah Valentinus dengan bantuan grafik komputer.

Sisa-sisa tubuhnya disimpan di Gereja Saint George, kota Moselice, Provinsi Padua, Italia.

Hasil karyanya diperlihatkan lewat sebuah acara hari Sabtu lalu.

 

Yang terlihat adalah seorang laki-laki yang cukup muda dengan penampilan kasar, sementara gambar santo ini sebelumnya memperlihatkan laki-laki yang lebih tua dan lembut.

Moraes adalah bagian dari tim multidisplin yang memulai misi rekonstruksi pada tahun 2017.

Para akademisi Universitas Padua, Italia, mendapatkan izin dari Vatikan untuk memfoto dengan seksama tengkorak yang diyakini adalah Valentinus.

Foto resolusi tinggi itu kemudian dikirim ke warga Brasil, ahli rekonstruksi wajah 3D ini.

Moraes memerlukan waktu satu minggu untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Bagian yang lebih rumit dari cerita ini terus berlanjut.

Beberapa akademisi mengatakan terdapat lebih dari satu Santo Valentineus, tepatnya lebih dari tiga.

“Terdapat beberapa Valentine yang berbeda. Gambar yang kita kenal adalah gabungan dari tiga santo,” kata Moraes kepada BBC Brasil.

“Saya telah ‘merekonstruksi’ salah satunya. Saya ingin mengerjakan yang ke tiga, tetapi dia diyakini meninggal sebagai misionaris di Afrika dan makamnya tidak diketahui.”

 

Santo cinta

Asal-usul Santo Valentinus sebenarnya tidak ada hubungannya dengan ajaran Katolik. Tetapi dari zaman Romawi sebelum munculnya Kristen.

Valentine berasal dari perayaan tahunan pedesaan Lupercalia kuno, yang dilakukan pada tanggal 15 Februari untuk mensucikan Roma, memberikan kesehatan dan kesuburan.

Acara ini juga untuk menghormati Faunus, dewa bertanduk untuk hutan, dataran dan ladang.

Pada tahun 494 M, Paus Gelasius I, melarang umat Kristen ikut serta dalam perayaan itu.

Jalan keluarnya adalah memajukannya satu hari dan menugaskan Valentine untuk melindungi orang-orang yang sedang jatuh cinta.

Dilahirkan di kota Chapeco, Brasil bagian selatan, Moraes, 35 tahun menjadi “pemburu santo”.

Tugas untuk merekonstruksi wajah Valentinus adalah pekerjaan ke-11 yang terkait dengan tokoh keagamaan Katolik. [BBC]

Leave a Reply