• +62 857-7315-8269
  • bonpascamp@gmail.com

Untuk masuk ke dalam kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara. [Kisah Para Rasul 14:22]

Umat Allah mempunyai ujiannya sendiri. Ketika Allah memilih orang-orang pilihan-Nya, tak pernah Dia merancang mereka menjadi orang-orang yang tidak mengalami ujian. Mereka dipilih di dalam dapur api kesengsaraan; mereka tidak pernah dipilih ke dalam kedamaian dan kesenangan duniawi. Bebas dari kesakitan dan kematian tidak pernah dijanjikan kepada mereka, tetapi ketika Tuhan mereka merancangkan hak-hak istimewa, Dia menyertakan siksaan sebagai salah satu hal yang mau tidak mau harus mereka warisi. Ujian adalah bagian dari milik kita, ditentukan untuk kita di dalam peninggalan terakhir dari Kristus. Sama pastinya dengan bintang-bintang dihias oleh tangan-Nya, dan peredarannya ditentukan oleh-Nya, ujian-ujian kita pun dibagikan untuk kita: Dia sudah menentukan musimnya dan tempatnya, intensitas dan pengaruh yang diberikannya kepada kita. Orang-orang baik tidak boleh berharap lari dari masalah; apabila mereka lari, mereka akan kecewa, karena tidak ada satu pun pendahulunya yang tidak mengalami ujian. Amati kesabaran Ayub; ingatlah Abraham, karena ujian-ujian yang dialaminya, dan karena imannya ketika diuji, dia disebut “Bapa orang beriman.” Perhatikanlah baik-baik cerita kehidupan semua bapa iman Israel, para nabi, para rasul, dan para martir, dan engkau akan menemukan bahwa tidak seorang pun dari mereka, yang telah dibuat Tuhan menjadi benda-benda belas kasihan-Nya, yang tidak melewati api kesengsaraan. Sudah ditentukan dari semula bahwa salib sengsara terukir di setiap benda belas kasihan sebagai cap kerajaan yang menandai bahwa benda-benda itu merupakan milik Raja. Namun, walaupun kesengsaraan adalah jalan yang harus ditempuh anak-anak Allah, mereka dihibur ketika mengetahui bahwa Tuan mereka sudah melintasi jalan itu sebelum mereka; mereka memiliki kehadiran-Nya dan simpati-Nya untuk menghibur mereka, kasih karunia-Nya untuk mendukung mereka, dan teladan-Nya untuk mengajar mereka bagaimana bertahan; dan ketika mereka tiba di “kerajaan”, mereka menerima yang jauh lebih indah dari sekedar ganti rugi untuk “banyak sengsara” yang harus mereka alami untuk masuk ke dalamnya.

____________________

RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

Leave a Reply