Buahnya manis bagi langit-langitku. [Kidung Agung 2:3]

Iman, dalam Kitab Suci, dibicarakan dengan lambang dari setiap indera. Iman merupakan penglihatan: “Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan.” [Yes 45:22] Iman adalah pendengaran: “Dengarkanlah, maka kamu akan hidup!” [Yes 55:3] Iman adalah penciuman: “Segala pakaianmu berbau mur, gaharu dan cendana” [Maz 45:8]; “Bagaikan minyak yang tercurah namamu.” [Kid 1:3] Iman adalah sentuhan rohani. Dengan iman ini, seorang perempuan datang dari belakang dan menyentuh jumbai jubah-Nya, dan dengan cara ini kita memegang Firman Hidup yang baik itu. Iman sama dengan rasa roh. “Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku.” [Maz 119:103] “Jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia,” kata Kristus, “dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.”

RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

Leave a Reply