Diperintahkan-Nya supaya perjanjian-Nya itu untuk selama-lamanya. [Mazmur 111:9]

Pengikut Tuhan berbahagia dalam perjanjian-Nya itu sendiri. Perjanjian-Nya adalah sumber penghiburan yang tak ada habisnya bagi mereka setiap kali Roh Kudus menuntun mereka ke dalam rumah perjamuan dan melambaikan bendera kasih-Nya. Mereka senang merenungkan kekunoan perjanjian tersebut, ingat bahwa sebelum mentari mengetahui tempatnya, atau planet-planet mengikuti orbitnya, kepentingan orang-orang kudus telah dibuat aman dalam Kristus Yesus. Secara khusus mereka senang mengingat kepastian perjanjian itu, sambil merenungkan “kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud.” [Yes 55:3] Mereka berbahagia untuk merayakan perjanjian-Nya sebagai yang “ditandatangani, dan disegel, dan disahkan, dalam segala hal diatur dengan baik.” Sering kali perjanjian-Nya membuat hati mereka terbelalak gembira ketika berpikir bahwa perjanjian-Nya tidak berubah, sebagai perjanjian yang mana baik waktu maupun kekekalan, hidup ataupun mati, tidak akan pernah sanggup membatalkan—sebuah perjanjian yang setua kekekalan dan seabadi Batu zaman. Mereka juga bersukacita dan berpesta atas pemenuhan janji ini, sebab mereka melihatnya di dalam segala hal yang tersedia bagi mereka. Allah adalah bagian dari mereka, Kristus kawan mereka, Roh adalah Penghibur mereka, bumi hanyalah singgahan, surga adalah rumah mereka. Mereka melihat dalam janji-Nya warisan yang disiapkan di diserahkan kepada setiap jiwa yang memiliki ketertarikan akan janji yang kuno dan akta kekal hadiah itu. Mata mereka berbinar-binar ketika mereka melihat janji-Nya sebagai harta karun di dalam Alkitab, tetapi oh! betapa jiwa mereka gembira ketika mereka melihat dalam surat wasiat kerabat-kerabat ilahi mereka, bahwa warisan itu telah diwariskan kepada mereka! Lebih-lebih, umat Allah senang untuk merenungkan kemurahan janji ini. Mereka melihat bahwa hukum taurat tidak berlaku lagi karena itu adalah perjanjian ketaatan dan bergantung kepada perbuatan baik, tetapi janji ini mereka dapati dapat bertahan karena dasarnya adalah anugerah, kondisinya adalah anugerah, kekuatannya adalah anugerah, benteng pertahanannya adalah anugerah, batu fondasinya adalah anugerah, dan batu yang di puncaknya adalah anugerah. Perjanjian ini adalah harta kekayaan, lumbung makanan, sumber mata air kehidupan, gudang keselamatan, piagam kedamaian, dan surga sukacita.

RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

Leave a Reply