Sidang Mission 21 di Basel, Swiss

Para panelis dalam diskusi publik dengan topik The Role of the Churches in Conflict Transformation, di hari kedua persidangan M21 (29/6),

Diakonia.id – Mission 21 (M21), sebuah badan misi gereja Protestan yang berpusat di Basel, Swiss, menggelar persidangan pada 28-30 Juni 2019, di Missionshaus M21, Basel. Ketua Umum PGI Pdt. Dr. Henriette Hutabarat-Lebang bersama Pdt Obertin Johannes dari GKP, Halim Pratama dari GKPI, masing-masing Kordinator Women dan Youth dari Asian Fellowship M21, menghadiri persidangan tersebut.

Pada kesempatan itu, juga dilaksanakan pengalihan tugas Direktur M21 yang sebelumnya dipegang oleh Pdt. Claudia Bendixen, kepada Pdt. Jochen Kirsch. Pdt. Claudia akan meninggalkan tugasnya pada 31 Agustus, sementara Jochen akan mulai menjalankan tugas barunya pada 1 September 2019.

Outgoing director M21, Pdt Claudia Bandixen dan incoming director M21, Pdt Jochen Kirsch.

Dalam sambutannya, Pdt. Claudia menyampaikan terimakasih kepada gereja-gereja di Indonesia atas kerjasamanya selama ini.

Di hari kedua persidangan (29/6), diadakan diskusi publik dengan topik The Role of the Churches in Conflict Transformation. Pdt. Ery, panggilan akrab Ketua Umum PGI menjadi salah seorang panelis, bersama beberapa pimpinan gereja lain mitra 21, antara lain dari Sudan, Nigeria dan Sekjen All Africa Council of Churches.

Diskusi yang terbuka untuk publik ini, tidak hanya diikuti oleh peserta sidang, tetapi juga tokoh gereja dan masyarakat. Salah satunya adalah Pdt. Marie Claire Barth, yang lama mengabdi di Indonesia, meski telah memasuki usai sepuh, 92 tahun, namun masih segar memberikan pemikiran tentang gereja-gereja di Indonesia.

M21 yang berdiri pada tahun 1815 ini, adalah salah satu mitra setia dari Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) dan beberapa gereja di Indonesia, antara lain GKP, GKE, GKPI Tarakan, GMIM, GMIS, Germita, GKI TP, dan SAG Sulutteng.

Pewarta: Pdt. Dr. Henriette Hutabarat-Lebang
Editor: Markus Saragih

Leave a Reply